Jumat, 16 Maret 2012

SHALAT : Teori dan Prakteknya

Sobat Fantatic!

Ceritanya kemaren gue lagi jajan ke warung depan rumah, trus gak sengaja gue denger bapak-bapak yang lagi ngumpul disitu ngomongin tentang shalat gitu...
 Ini kutipannya :
Ada 3 bapak di sana yang lagi duduk-duduk :
Bapak 1 : Kadang tapikia dek ambo, Da. Baa kok shalat tu lah diabaian e dek urang? Cubo lah dek Uda nak, banyak urang nan karajo sajadi-jadinyo, tapi shalat ko nan dak pernah.
Bapak 2 : Tu lah, si Jangguik ko mode itu lo mah...
Bapak 1 : Sabananyo nak, Ngguik. Salah karajo angku tu mah. Cubo lah, banyak urang yang kalau ditanyo tentang shalat nyo manjawek shalat tu nomor satu dek nyo. Tapi cubo pas prakteknyo, shalat ko antah nomor bara. Lah kalah lo dek karajo, baampok bagai.
Bapak 3 : (Manggut-Manggut doang)


Translate :

Bapak 1 : Terkadang saya kepikiran, Bang. Kenapa sekarang shalat udah diabaikan orang? Cobalah pikir, banyak orang yang lebih mementingkan pekerjaan, tapi tidak pernah shalat.
Bapak 2 : Benar tu, kayak "Si Jangguik" (Si Jenggot - karena bapak ini jenggotnya panjang) ini.
Bapak 1 : Sebenarnya, kerja kamu tu udah salah, Ngguik. Coba lihat, banyak orang yang kalau ditanya tentang shalat dia menjawab shalat nomor satu, tapi prakteknya shalat entah nomor berapa. Kalah dari kerja dan berjudi.


Asumsi gue setelah dengar bapak-bapak tu ngomong yaitu : Bapak 1 adalah seorang ustadz (barangkali)

Terlepas dari semua itu, kata-kata bapak itu benar-benar meresap di diri gue. Kenapa? Jawabannya cuma satu, karena gue sependapat sama bapak itu.
Emang sih kalo kita liat sekarang, udah banyak orang yang mengabaikan masalah shalat, sebagai kewajiban bagi setiap Umat Muslim. Banyak orang lebih mementingkan pekerjaannya daripada shalat. Bahkan ketika adzan berkumandang, mereka enggan meninggalkan pekerjaan yang sedang mereka lakukan. Gak munafik juga, jujur gue juga pernah melalaikan shalat, terutama kalo gue lagi asyik nonton TV. Padahal jelas-jelas udah dijelasin Allah dalam Al-qur'an "celakalah orang-orang yang lalai dalam shalatnya."

Nah, kata-kata bapak itu sekarang membuat gue juga sadar karena apalah arti semua yang kita miliki di dunia ini kalau Allah, Tuhan kita gak meridhai hidup kita? Kayak lirik lagu ini :

sepohon kayu daunnya rimbun
lebat buahnya serta bunganya
walaupun hidup seribu tahun
kalau tak sembahyang apa gunanya

Oke, sekian dari gue. Semoga kita bisa kembali ke jalan yang lurus dan benar (hati-hati jalannya.... :p)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar